Kamis, 24 Maret 2011

Teladan dari Jiwa Bela Negara para Samurai Nuklir Fukushima di Jepang





Bencana gempa dahsyat di ikuti tsunami di Jepang yang terjadi beberapa waktu lalu memang telah memporak-porandakan negeri matahari terbit itu secara fisik. Namun di balik kesusahan maha pedih itu, muncul para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa raganya demi negaranya. 


Sejumlah pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Dai-Ichi kini sedang mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk menyelamatkan seluruh negeri dari krisis nuklir parah.....


Mereka sedang berusaha menyambungkan kembali kabel, mengecek peralatan, dan mendinginkan reaktor nomor 3 dan 4.

Tak ada yang tahu pasti, siapa saja nama orang-orang berani itu. Mereka hanya dikenal dengan sebutan 'Fukushima 50' atau 'Samurai Nuklir Fukushima'.

Dari sejumlah gambar yang diambil dari dalam PLTN, untuk kali pertamanya, dunia mengetahui kondisi mereka yang bekerja di tengah kegelapan dan hawa yang menyengat.



Samurai nuklir Fukushima 1
Mengenakan pakaian pelindung para pekerja sedang berjuang, dalam kondisi sepenuhnya sadar, bahwa radiasi bisa membunuh mereka kapanpun. 


Sudah lima pekerja dilapokan tewas dan 15 terluka dalam medan pertempuran Fukushima. Salah satunya seorang manajer berusia 30-an yang ditarik keluar dari PLTN karena menderita paparan radiasi yang melewati ambang batas, 100mSv per tahun.

Pria itu tak menyerah, ia bermaksud kembali ke PLTN dan melanjutkan perjuangan. "Kalau batas radiasi dinaikkan menjadi 250 millisieverts, saya pasti akan kembali," kata dia seperti dikutip news.com.au, Kamis, 24 Maret 2011. 



Nantinya ketika krisis nuklir teratasi, para saurai nuklir ini tak akan diizinkan masuk ke PLTN sekurangnya dalam lima tahun, atau bahkan seumur hidup.

Samurai nuklir Fukushima 2

Namun, saat itu juga, nama-nama mereka akan terungkap ke publik. Jepang dan dunia akan mengenal mereka sebagai pahlawan yang gagah berani. "Anda semua adalah pahlawan dunia modern," demikian tertulis dalam poster di Ni Channeru -papan elektronik terbesar di dunia.

Tapi, yang paling cemas tentu saja para keluarga dan kerabat yang harap-harap cemas menunggu kejelasan nasib para pekerja. Seorang perempuan, misalnya, mengaku suaminya nekat terus bekerja meski tahu ia bakal dibombardir radiasi. Dalam sebuah pesan email, sang suami menulis, "Teruslah hidup dengan baik, aku belum bisa pulang." 



Samurai nuklir Fukushima 4
Dari dulu hingga sekarang, hanya nuklir yang bisa mengalah bangsa Jepang, tapi tidak jiwa patriotisme mereka terhadap negaranya.


Semoga para samurai berhasil menyelesaikan misi mereka dan dapat bertemu kembali dengan keluarga di rumah. You Are Heroes


Sumber: vivanews.com

1 komentar:

Anto mengatakan...

Luar biasa ... !!!